oleh

Berani dan Terang-terangan Beraksi, Mafia BBM Subsidi diBungo Diduga di Backing APH

-KRIMINAL-2.368 views

BUNGO,JCN – Disinyalir aksi mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diwilayah hukum Bungo ada Aparat Penegak Hukum (APH) yang membackingnya. Pasalnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kerap berulah itu lokasinya berdekatan dengan Kantor APH. Seperti SPBU yang ada di Pelepat Ilir.

Temuan Tim Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) Bungo kali ini berada di wilayah Hukum Polsek Pelepat Ilir. Tim PSI Bungo dibawah pimpinan Jahari alias Ari Gondrong mendapatkan satu unit Pick Up jenis Toyota Kijang memuat puluhan galon BBM bersubsidi yang diduga ditimbun oleh mafia BBM.

Temuan puluhan galon BBM jenis Solar ini terjadi diperbatasan Dusun Purwosari, SPA menuju Unit 3 SPC. Kijang PicUp warna hitam dengan nomor polisi BH 9436 AG ini kedapatan sedang membongkar 40 galon BBM jenis solar disebuah Rumah Toko (Ruko)  pada Rabu (16/6/2021).

Saat ditanya, dua pemuda yang sedang bongkar minyak tersebut terlihat gelagapan dan berusaha akan kabur. Namun Tim PSI Bungo berusaha membujuk dan memberi pengertian pad kedua pemuda yang enggan menyebutkan namanya ini. Saat ditanya BBM subsidi jenis solar tersebut dibeli dari SPBU mana? Keduanya menyebut SPBU yang berada didepan Mapolsek Pelepat Ilir, Bungo.

SPBU dengan nomor APMS 26.04.09 yang berada dijalan Batang Hari, SPA Desa Purwosari Kecamatan Pelepat Ilir Bungo ini disinyalir memang sering dijadikan tempat mangkal para mafia BBM subsidi.

” Ini minyak milik Solihin warga SPB unit 2 yang bekerjasama dengan Pak Dobol,” Terang kedua pemuda seraya memberikan nomor HP kedua pemilik BBM ilegal.

Saat Tim PSI Bungo mencoba menkonfirmasi dengan Solihin, ternyata Solihin membenarkan kalau BBM solar yang dibawa kedua pemuda itu miliknya.

“Benar itu milik saya yang bekerjasama dengan Pak Dobol,”ungkap Solihin yang mengaku sedang berada di Bandung.

Kedua Mafia BBM subsidi ini membeli Solar subsidi menggunakan galon dalam jumlah yang fantastis, padahal itu sudah pidana tapi mereka bebas beraksi. Yang lebih tak masuk akal lagi, pihak SPBU membebaskan Mafia BBM beraksi dan APH yang dekat dengan lokasi SPBU kok tidak mengambil tindakan Tegas, Terarah dan Terukur untuk mafia dan manajemen SPBU.

“Kejahatan mafia BBM ini bukan lagi rahasia umum dan jangan disebut APH tidak mengetahuinya, tapi APH ini memang tutup mata dalam hal ini, entah mengapa itu yang kita tidak mendapat jawabannya,”tegas Jahari terkait kasus maraknya aksi Mafia BBM ini.

Yang menjadi pertanyaan siapa itu Solihin dan pak Dobol? Apakah mereka preman di pelepat Ilir hingga mereka bebas memasok, membeli dan menimbun BBM subsidi dalam jumlah besar.

Atau Solihin dan Pak Dobol ini memang sudah dikenal sebagai mafia BBM yang ditakuti APH, atau memang kedua Mafia BBM subsidi ini rutin memberikan setoran kepada APH hingga keduanya berani dan terang-terangan menjadi Mafia BBM subsidi di Pelepat Ilir Bungo. Pertanyaan besar ini yang belum terjawab, soalnya Solohin mengaku tanya langsung dengan Pak Dobol, saat nomor HP Pak Dobol dihubungi tidak aktif.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru