BIADAB…GADIS BISU INI “DIPAKSA MELAYANI NAFSU BEJAT” SANG PAMAN

748

BUNGO – Aksi biadab sang paman kepada keponakan, kembali terjadi dan terkuak diwilayah hukum Polres Bungo. Kali ini, aksi biadab ini terbilang sungguh sangat keji, pasalnya, keponakannya tersebut penderita cacat tuna wicara alias bisu, dan perbuatan biadab itu dilakukan pelaku berkali-kali.

Sebut saja Bunga, gadis desa yang tak mengenyam bangku sekolahan ini usianya belum genap 14 tahun. Bunga yang sehari-hari tinggal bersama Ayah dan Ibunya disalah satu kampung diDusun Dwi Karya Bakti (DKB), Kecamatan Pelepat, Bungo ini sering ditinggal sendiri dirumah.

Suatu hari pada bulan November 2018, waktunya berkisar siang hari, pelaku berinisial MD ini datang kerumah korban dan mengajak korban kerumah kosong yang jaraknya berkisar 2 rumah dari rumah korban. Korban yang masih lugu dan polos ini mengikuti saja ajakan pamannya tersebut.

Saat berada dirumah kosong itu, pelaku memaksa gadis bisu ini untuk melayani nafsu bejatnya, korban dipaksa dan diancam oleh pelaku. Walau tetap berontak, korban tak mampu lepas dari dari dekapan pamannya yang sudah kerasukan setan. Akibat dipaksa melayani nafsu bejat pamannya itu, korban pingsan.

“Tadi siang, ada warga saya melapor, kalau anaknya yang menderita cacat Tuna Wicara telah diperkosa oleh MD yang tidak lain adalah Paman korban sendiri,”terang Supriyanto Datuk Rio DKB pada wartawan Jambi Crime News (JCN)

Datuk rio menambahkan, perbuatan biadab MD ini sudah berkali-kali dilakukannya dilokasi yang sama yakni dirumah kosong, namun korban takut untuk melaporkannya kepada orangtuanya.

“Perbuatan biadab ini terbongkar setelah korban Bunga menceritakan musibah yang dialaminya pada dua sahabat karibnya yang bernama IM dan FT”tambah Datuk Rio.

Kepada wartawan JCN, dua sahabat karib korban menceritakan ihwal terbongkarnya perbuatan biadab MD itu. Saat itu, FT, IM dan korban sedang duduk santai bertiga, tiba-tiba, melinta pelaku MD. Secara spontan dan dengan mimik wajah marah bercampur kesal, korban Bungo menceritakan peristiwa keji yang dialaminya dengan logat bicara layaknya penderita tuna wicara.

“Waktu itu, kami lagi duduk bertiga, saya, IM dan korban Bunga, tiba-tiba Midun melintas dan seketika itu juga, Bunga dengan mimik wajah yang marah mwnceritakan kalau dirinya beberapa kali dipaksa dan digituin (diperkosa red) oleh Midun sambil korban menunjuk kearah Midun yang tidak lain adalah pamannya sendiri,”tutur FT yang diamini oleh IM.

Mendengar pengakuan korban, kedua sahabat karibnya ini berang dan melaporkan kejadian yang dialami korban pada kedua orangtua korban dan keluarganya. Mendengar cerita tersebut, orangtua korban rasa disambar petir disiang bolong.

“Setelah mendengar cerita anaknya dan kedua temannya, saya langsung melapor ke Datuk Rio, mohon perlindungan hukum. Saya ingin pelaku ditangkap dan bertanggungjawab dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,”tegas ZN ayah korban Bunga pada JCN.

Sementara itu, sejak menerima laporan orangtua korban, hingga berita ini dimuat, Datuk Rio beserta warga dan keluarga korban masih mencari dan memburu pelaku yang diduga bersembunyi dan kabur.

“Saya berjanji akan menuntaskan dan menangkap pelaku serta menjebloskannya kedalam penjara,”pungkas Datuk Rio Supriyanto yang sangat kesal dengam perbuatan biadab pelaku.(tim)

Silahkan komentar nya di bawah ini