COPOT M NUR “MALING DUIT DANA DESA” BUKIT KEMANG

322

BUNGO – “Copot dan lengserkan M. Nur yang sudah maling duit dana desa (DD) dusun kami Bukut Kemang” Inilah salah satu tulisan orasi ratusan warga Disun Bukit Kemang Kecamatan Tanah Tumbuh, Bungo. Ratusan warga ini turun ke jalan dan meneriakan kata-kata makian karena sudah tidak tahan dengan kepemimpinan M. Nur selaku Rio Bukit Kemang.

Menurut warga sejak tahun 2017, M. Nur bersama dengan kroninya terus melakukan penggelapan dan korupsi dana bantuan Pemerintah baik DD maupun ADD. Segala yang dilaporkan M. Nur tentang keuangan Desa, semuanya dinilai warga fiktiv alias rekayasa.

“Sejak tahun 2017, M. Nur memimpin dengan cara kotor, mulai dari proyek, gaji dan penggunaan dana desa tidak jelas alias fiktuf dan penuh rekayasa,”ujar Zukri koordinator demo.

Zukri dan masyarakat menilai dan mencatat, terlalu banyak kejahatan yang dilakukan Rio M. Nur bersama dengan kroninya. Rio memperkaya diri sendiri dgn menilep dana desa yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat.

“Enam bulan lalu, kami sudah melaporkan kejahatan M.Nur ke Kejaksaan Negeri Bungo, namun tak ada tindaklanjut, dan hari ini kami kembali turun kejalan dengan massa yang lebih banyak,”tegaa Zukri.

Intinya, waega Bukit Kemang tidak ingin lagi dipimpin oleh M. Nur. Jika tuntutan warga tak ditindaklanjuti juga, maka kami akan turun kejalan dengan jumlah lebih banyak lagi. Pemerintah melalui inspektorat Bungo berjanji akan turun melakukan pemeriksaan terhadap M. Nur pada kamis (27/6/2019).

“Kami dari DPRD Bungo minta pada Inspektorat agar secepatnya memeriksa dan menindaklanjuti tuntutan warga. Kamis ini, M. Nur harus diperiksa dan dimintai tanggungjawabnya,”ungkap Syarkoni Syam Wakil Ketua DPRD Bungo yang menerima perwakilan massa digedung dewan, senin (24/6/2019).

Sementara itu, Ferri salah satu pemerhati korupsi Dana Desa di Bungo menegaskan sekaligus mempertanyakan tentang kinerja lembaga terkait seperti Camat, Inspektorat PMD dan Penegak Hukum yang terkesan lamban menangani dan menindak tegas rio/kepala desa yang berani membohongi warga dengan menilep dana bantuan pemerintah.

“Ado apo.sampai lamo.dak do.nian…penjelasan.jgn sampai masyarakat tidak percaya terhadap penyelenggara pemerintahannya, jgn sampai opini negatif berkembang ditengah masyarakat, ada asap.ada api maka  cepat bergerak demi orang banyak agar masyarakat merasa memiliki pelindung pengayom di.negara yg berdaulat ini,”pungkas Feri pada JCN.(Tim)

Silahkan komentar nya di bawah ini