PARAH…RIO DUSUN BARU LUBUK MENGKUANG DIDUGA GELAPKAN RATUSAN JUTA DANA DESA

1152

BUNGO – Dusun Baru Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Bungo digoncang dengan kabar berita dugaan penggelapan dana desa (DD) hingga ratusan juta. Datuk Rio Baru Lubuk Mengkuang, Najamuddin dituding telah melakukan penggelapan dana desa dengan cara memark up dana proyek-proyek fisik didusun tersebut.

Warga menilai sejak tahun 2016 hingga tahun 2018, ratusan juta dana desa disinyalir dikorupsi oleh datuk rio beserta kroninya. Saat ini proyek besar ditahun 2018, yakni Bronjong dan Rehab Jembatan Gantung, menjadi buah bibir dan menjadi berita hangat warga. Proyek bernilai ratusan juta ini diduga dikerjakan asal-asalan dengan nilai mark up yang fantastis.

“Dulu tahun 2016, datuk Rio bernama Najamuddin ini ketahuan memark up uang proyek berkisar 80 juta dan Najamuddin berjanji akan mengembalikannya, tapi hingga kini tidak ada kejelasan, termasuk Mark Up Uang proyek tahun 2017, juga janji mengembalikan namun juga tidak jelas,”ungkap warga dengan lantang pada wartawan JCN, Senin, (26/11/2018).

Ditahun 2018 ini, ulah datuk Rio Najamuddin ini kembali diulang, Proyek rehab jembatan gantung didusun Baru Lubuk Mengkuang senilai Rp 72 juta juga diduga ditilap. Hasil taksiran warga, proyek tersebut hanya dikerjakan senilai Rp 10 juta.

“Papan yang digunakan adalah papan bekas dan tidak semua lantai jembatan diganti, selain itu, besi seling yang digunakan hanya sedikit tak sesuai dengan nilai proyek,”tutur warga yang minta namanya dirahasiakan.

Pantauan wartawan JCN dilokasi jembatan, memang terlihat, papan yang digunakan diduga bekas karena banyak ditemukan lobang bekas paku, selain itu tidak semua lantai diganti baru. Selain itu, warga juga menunjukan banyaknya sisa papan dirumah Ketua TPK.

Al Qodri warga Dusun yang menjadi korban keserakahan datuk Rio, menuturkan, Proyek bronjong yang melintas ditanahnya juga diduga dimark up oleh Datuk Rio dan kroninya. Al Qodri mengetahui kalai kawat bronjong tersebut banyak dijual Rio ke dusun Tuo Lubuk Mengkuang, namun karena diketahui oleh warga, akhirnya kawat tersebut diambil kembali dan kini disimpan di rumah Ketua TPK.

“Bukan hanya kawat, tapi batu serta bahan-bahan untuk proyek bronjong ini juga banyak yang raib alias ditilap, seperti batu gunung puluhan kubik menghilang dan kini proyek terbengkalai,”terang Qodri sembari menyebutkan karena terbengkalainya bronjong tersebut, pohon kelapa sawit miliknya dibawa longsor dan hancur.

Sementara hingga berita ini diturunkan, Rio dan perangkat dusun Baru Lubuk Mengkuang belum berhasil dikonfirmasi.(tim)

Silahkan komentar nya di bawah ini