PROGRAM PAMSIMAS DUSUN TELENTAM “DINILAI MUBAZIR”

550

BUNGO – Pemerintah Pusat telah menggelontorkan dana besar untuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program yang digadang-gadangkan demi meningkatkan sarana, prasarana serta pasilitas air minum bersih untuk masyarakat perdesaan ini ternyata terkesan mubazir dan tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

Salah satunya, program Pamsimas di Dusun Telentam Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo. Pamsimas yang dibangun sekitar tahun 2018 ini, hingga diakhir tahun 2019, tidak bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh warga Dusun Telentam. Pamsimas yang dibangun dengan dana Rp 350 juta tersebut dinilai sangat mubazir dan terkesan sebagai Program yang gagal total.

Muhammad Isa datuk Rio Dusun Telentam saat diwawancara mengaku sangat kecewa dan miris dengan kondisi proyek air minum bersih yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh warganya ini. Muhammad Isa mempertanyakan tanggungjawab dinas terkait soal proyek yang belum diserah terimakan tapi sudah tidak dapat dimanfaatkan ini. 

“Sejak proyek Pamsimas ini selesai, kami tidak pernah merasakan manfaatnya, ratusan juta uang negara terbuang dan mubazir,”ungkap Datuk Rio yang berharap secepatnya Dinas terkait mengambil tindakan melakukan perbaikan.

Muhammad Isa menambahkan, hingga kini warganya masih terus memanfaatkan air sungai yang sudah terkontaminasi tambang emas liar. “Seharusnya disaat kemarau sekarang, Pansimas ini bisa membantu kami dalam mendapatkan air minum bersih. Tapi kenyataannya nol besar, kami tetap harus konsumsi air sungai bekas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI),”pungkas Muhammad Isa.(jhon)

Silahkan komentar nya di bawah ini