RATUSAN WARGA TELUK KECIMBUNG “TAK GENTAR” WALAU PERUSAHAAN “ ANCAM LIBATKAN APARAT”

1583

BUNGO – Aksi pemblokiran jalan dusun Teluk Kecimbung yang digunakan sebagai akses keluar masuk truck angkut galian C tanpa izin terus berlanjut. Bahkan, dari pantauan jambicrimenews.com, walau diancam oleh perusahaan galian C ilegal, ratusan warga Teluk Kecimbung, Tanah Tumbuh, Bungo tak gentar.

Ratusan warga, sabtu pagi (23/3/2019) sejak pagi sudah berkumpul, karena adanya ancaman pengusaha tambang ilegal yang akan melibatkan aparat keamanan dan aparat perangkat dusun untuk mengusir dan membongkar portal yang dibuat warga. Tanpa rasa takut dan gentar, ratusan warga ini bergotong royong membuat portal permanen dijalan dusun tersebut dengan menggunakan kayu besar dan tiang diberi cor semen.

“Kami terima ancaman dari pengusaha galian C ilegal, kalau mereka akan melibatkan aparat keamanan dan aparat perangkat dusun yang diduga sudah terima uang suap, untuk menghentikan aksi pemblokiran dan membongkat paksa portal yang sudah kami buat. Kami tegaskan, kalau kami tidak gentar, soalnya apa yang dilakukan pengusaha tambang sudah menyalahi kesepakatan awal yang dibaut bersama warga dan pemilik lahan yang dijadikan akses jalan,”tegas Arie koordinator aksi warga Teluk Kecimbung.

Arie menambahkan, dari awal kesepakatan sudah dibuat, bahwa tambang galian C yang ada di Teluk Kecimbung ini sepenuhnya milik warga, khususnya pemilik lahan, bukan diberikan pada perusahaan, dan dusun akan terima fee dari setiap penambangan yang dilakukan.

“Karena telah melenceng dari kesepakatan awal, kami ratusan warga Teluk Kecimbung akan berjuang sampai mati untuk mendapatkan hak kami, dan tidak akan kami biarkan hasil bumi dusun kami dinikmati oleh orang lain,”ungkap Arie yang diamini oleh ratusan warga lainnya.

Hingga sore, aksi pemblokiran terus terjadi, walau diwarnai dengan perang urat syaraf antara sopir truck dan warga, aksi tetap berjalan damai. Terlihat aparat perangkat dusun yang diduga terlibat dalam penerimaan suap, memantau dari jarah jauh dan pihak kepolisian juga terlihat berjaga.

“Tampak para perangkat dusun yang diduga telah terima uang pelicin hanya memantau dari kejauhan, dan polisi juga terlihat berpatroli. Walau diancam oleh pengusaha ataupun perangkat dusun yang terlibat, kami tetap akan memperjuangkan hak kami,”tantang Arie.

Sementara itu, Amrizal datuk rio Teluk Kecimbung saat dikonfirmasi JCN beberapa waktu lalu, mengaku tidak mengetahui kesepakatan awal, yang diketahui hanyalah pihak dusun terima fee 20 ribu per truck.

“Karena saya baru menjabat, saya tidak tahu menahu tentang kesepakatan awal, tapi yang saya tahu, dusun terima 20 ribu/ truck yang mengambil galian C di sini,”terang Amrizal kepada wartawan.(tim)

Silahkan komentar nya di bawah ini