Sadis…Bungo Berdarah, Keponakan Bunuh Bibi Membabi Buta

536

BUNGO,JCN – Akhir bulan romadhan dikabupaten Bungo, Jambi diwarnai dengan insiden berdarah yang sangat sadis. Seorang keponakan tega menghabisi nyawa bibi (adik Ibu/Ayah) dengan cara membabi buta, yang berakibat pada kematian. Antoni alias Anton alias Black Bin Sahri (25) warga Dusun Pelayang, Kecamatan Bathin II Pelayang, Bungo, tega mengahbisi nyawa Yuzarni Binti Ismail (36) yang merupakan adik kandung dari orang tua pelaku.

Sadisnya lagi, Pelaku Anton mengancam warga yang hendak membantu korban yang tengah terkapar ditanah bersimbah darah. Pelaku mengancam warga yang hendak membantu dengan mengacungkan senjata tajam yang dihunusnya, akibatnya korban tak tertolong dan meninggal dunia ditempat kejadian.

Aksi sadis ini terjadi sabtu diakhir bulan romadhan (23/5/2020) sekira pukul 10.00 WIB, saat itu, korban Yuzarni tengah asik memasak bersama dengan ibu-ibu lainnya didekat rumahnya. Saat itu Dinda anak Toke Getah mendatangi korban dan berpesan agar korban menjemput uang hasil pembagian jual getah (karet). Dengan sigap, korban bergerak menuju rumah Toke Karet.

Sepulang dari menjemput uang dirumah Toke Karet, saat melintas digang dekat rumah, Korban dihadang oleh pelaku Antoni yang sedang menghunus pisau, saat itu juga, pelaku langsung menikam perut korban, hingga korban terkapar ditanah. Melihat korban masih bergerak, pelaku kembali menusuk perut korban dengan pisau untuk yang kedua kalinya.

Penusukan sadis itu diketahui oleh warga yang langsung mencoba untuk menolong korban, namun saat itu, pelaku berusaha mengahalangi dengan cara mengancam akan membunuh siapa saja yang membantu korban. Setelah cukup lama, pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang terkapar tak bergerak bersimbah darah.

“Kami coba membantu korban yang berdarah, tapi pelaku mengancam akan membunuh siapa saja yang membantu korban,”Jelas saksi mata pada JCN.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku kabur, wargapun langsung memberikan pertolongan pada korban, namun naas, nyawa korban sudah tak tertolong, namun warga tetap membawa korban ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan.

“Saat di Puskesmas, Nyawa istri saya sudah tidak ada, diperkirakan istri saya meninggal dunia karena kehabisan darah,”Ungkap Dori suami korban pada JCN.

Kasus pembunuhan sadis ini langsung dilaporkan ke Polsek Pelayang, dengan sigap, anggota Polisi langsung bergerak menuju TKP dan melakukan Olah TKP.(Tim JCN)

 

 

Silahkan komentar nya di bawah ini