SUPIR BUS ANS “BERULAH” PAYUDARA PENUMPANG DIREMAS

944

BUNGO – Puluhan warga masyarakat  kabupaten Bungo-Jambi, sekitar tengah malam kemarin (9/2/2019), berkumpul di termibal Bus Bungo. Puluhan warga Bungo ini menunggu kedatangan Bus ANS tujuan Jakarta – Padang. Sekitar pukul 01.00 WIB, Bus ANS bernomor polisi  BA 7025 memasuki terminal Type A dan langsung dikepung oleh puluhan warga Bungo ini.

Bukan hanya warga sipil, tapi beberapa personil Kepolisian Polres Bungo juga ikut berkumpul dengan massa. Ternyata puluhan massa ini adalah keluarga besar dari salah satu penumpang Bus ANS yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh supir Bus ANS.

A (25) seorang wanita bercadar yang menjadi korban pelecehan seksual ini adalah warga Bungo dan merupakan seorang ustadzah. Informasi yang didapat Jambi Crime News, dari K suami korban, saat diperjalanan tepatnya usai penyebrangan di Lampung, sekira pukul 02.00 dini hari, korban yang sedang tertidur lelap, digerayangi dan payudaranya diremas oleh supir ANS.

“Istri saya ternyata sedang mimpi dengan saya, saat tersadar dan mendapatkan tangan supir sedang meremas payudaranya,” ungkap suami korban pada wartawan.

Tak terima dengan perlakuan supir bejat tersebut, korban dan suaminya melaporkan insiden pelecehan yang dialaminya pada keluarga di Bungo.

“Saya tak terima dengan perlakuan supir dan saya langsung kabarkan musibah tersebut pada keluarga di Bungo,”terang K suami korban.

Mus adik korban yang menerima laporan kakaknya, langsung mengabarkan kasus tersebut pada semua kerabatnya serta melapor ke polisi. Otomatis semua kerabat korban naik pitam dan saat bus ANS merapat di terminal, keluarga dan warga langsung menyeret paksa supir bejat dan menghaajarnya hingga babak belur.

“Kami langsung kumpul dan menngkap sopir serta menyerahkannya ke Polsek Kota Bungo,”terang Mus dengan emosi yang memuncak.

Kanit PPA Polres Bungo, Aipda Beni membenarkan adanya kasua tersebut dan sempat memproses supir ANS itu, namun karena TKP nya di Lampung, kita harus melimpahkannya ke Polres Lampung.

“Benar, namun karena TKP di Lampung dan kasuanya dilimpahkan ke Polres Lampung, namun pihak keluarga korban akhirnya batal melaporkan kasus tersebut dan meminta sopir ANS itu untuk berjanji dan bersumpah untuk tidak mengulangi lagi,”terang Beni pada wartawan. (Tim)

Silahkan komentar nya di bawah ini