Diduga UPETI Lobang Tikus Fantastis, Demi Kondusifnya Kegiatan PETI Hingga 10 Jt Per Lobang Total 1 Milyar Lebih per Bula
Bungo – PETI Lobang Tikus Dusun Baru Lubuk Mengkuang tetap berjaya dan semakin marak karena tidak ada penindakan terhadap pelaku peti oleh polres bungo, para pelaku peti mengeluarkan setoran 10 juta sebulan kepada pengurus baru Forum Musyawarah Masyarakat Bukit Marayo.
Hal ini termonitor jelas aktifitas Lobang Tikus oleh tim investigasi media ungkapberita serta adanya salah satu bukti setoran tersebut melalui transferan senilai 10 jt kepada pengurus.
Awalnya FMM ini akan demo ke lokasi jika permintaan mereka tidak dipenuhi oleh pelaku peti lobang tikus seperti yang sudah uraikan dalam musyawarah FMM Bukit Marayo. Hingga akhirnya terjadi kesepakatan adanya setoran yang diharuskan kepada pengurus dengan dalih agar kegiatan tersebut dapat berjalan kondusif.

Berdasarkan sumber yang dapat di konfirmasi oleh awak media bahwa sebagian setoran tersebut juga akan di kondisikan untuk media yang dikoordinir oleh pengurus, agar tidak naik pemberitaan.
Semua saling berkolaborasi demi uang tanpa melihat lagi alam ini menangis, pejabat pemdes pun ikut melibatkan diri dalam melancarkan kegiatan peti tersebut hingga tidak lagi mengingat sumpah jabatan yang telah di ikrarkan.
Semua hanya sekedar dalih tentang memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, melibatkan pekerja, penentuan hak wilayah, perekonomian masyarakat, namun itu semua hanya untuk satu alasan saja agar bagaimana bisa masuk dalam kancah pertambangan ilegal yang meraup kekayaan alam.
Pemda Bungo juga tidak berkutik lagi untuk melakukan penindakan terhadap pelaku tambang emas ilegal ini, dan pembiaran pun terjadi, UU sudah tak berlaku lagi di negeri tambang ilegal ini, yang kaya semakin kuat yang miskin semakin lemah. Dimata hukum.
Sementara pajak hasil pertanian masyarakat yang berasal dari perjuangan tenaga, pikiran materi para petani di tuntut harus bayar besar.
Keserakahan manusia inilah yang akan merusak tatanan kehidupan berkelanjutan dan berdampingan dengan alam semesta hingga terjadi musibah bencana banjir, longsor kerusakan alam, komnitas hewan juga terancam habitatnya tidak ada lagi tempat hingga harus masuk ke perkampungan penduduk hingga terjadinya binatang buas memangsa manusia. Ini semua ulah perbuatan manusia yang serakah.
Tidak lagi menggunakan hati dan logika dalam mencari kekayaan, menghalalkan segala cara demi harta.
( Tim )








